PEMETAAN
1. Penurunan/kompilasi dari Peta yang Telah Ada Pembuatan peta diperoleh dari peta-peta yang sudah ada,misalnya Peta Topografi dan Peta Rupa Bumi Indonesia(BAKOSURTANAL), Peta RTRWK, dan lainnya. Secara kartografishasil yang didapatkan berupa peta turunan. Prosespemetaannya dilakukan
dengan mengkonversi peta menjadi data
digital (melalui scanning maupun digitasi). Apabila skalamaupun
sumbernya berbeda maka perlu dilakukan georeferensiterlebih dahulu untuk
penyamaan format data.
2.Pemetaan Alternatif
Melalui metode pengambilan data citra
satelit, terutama untukaplikasi tertentu dengan spesifikasi khusus maka prosespemetaan
dapat dilakukan dengan
metode alternatif.Dalam Pemetaan Alternatif ini metode pembuatan petanya diluar metode yang telah ada dengan memanfaatkan
tekhnologitepat guna dengan teknik dan metoda yang disesuaikan
dengankebutuhan.
Pada cara pemetaan ini sumber data utama yang digunakanadalah
foto udara, Citra Satelit, Ikonos, dengan skala berkisarpada
skala wilayah yang akan dibuat. Peta yang dihasilkan akanberupa peta digital sebagai peta dasar yang akan memuatberbagai macam informasi yang dibutuhkan dan
dapat diupgrade setiap saat oleh pemakai peta pada nantinya.
C.
PELAKSANAAN PEMBUATAN PETA
Dalam era kemajuan tehnologi yang serba komputerisasi,pembuatan
peta tidak lagi membutuhkan waktu yang lama, biayayang
tinggi dan akurasi yang sering dipertanyakan, dan dengantehnologi
GIS pembuatan peta dapat cepat tersaji, tingkat akurasiyang baik, dan tingkat koreksi yang kecil. Beberapa sistempemetaan
yang mendukung program dan sistem GIS antara lain
:Autocad Maping, Arc View, Arc Info, Map Info
dan lain sebagainya.Data dari lapangan berupa data digital
GPS dapat di down loadlangsung serta dapat di overlaykan dengan peta
peta kerja lainnya,melalui langkah-langkah dalam proses pemetaan.
1. Proses Pemetaan
a.Persiapan Data Sekunder :
Penyediaan bahan antara lain; peta dasar, peta kerja
yangselanjutnya dilakukan digitasi serta data citra landsatliputan
terbaru yang bersumber dari LAPAN Jakarta.
Pembuatan peta penafsiran RBI dan citra
landsat.
b.Pembuatan Peta
Pembuatan peta dilakukan dengan
teknologi GeographicInformation System (GIS) yaitu dimulai denganmempersiapkan
peta dasar yang berbentuk digital antaralain :
Peta lampiran (Peta
Rancangan dari Dinas dan instansiterkait)
pada saat penentuan peruntukan areal. Peta RupaBumi Indonesia (RBI), merupakan peta standar yangditerbitkan oleh BAKOSURTANAL sebagai dasar acuanpembuatan peta penggunaan atau peta lainnya diIndonesia.
.
Peta Citra Landsat (satelit) liputan terbaru terbitanLembaga
Antariksa dan Penerbangan (LAPAN) Jakarta.
Data waypoint hasil pengambilan groundcheckdilapangan dengan perangkat GPS, berupa koordinatgeodetik
atau UTM.Kemudian data waypoint hasil pengambilan di lapangan dioverlaykan
dengan peta dasar dan diproses secara digitaluntuk menghailkan menghasilkan peta perpaduan
(over lay) baru, dengan memberi beberapa
infformasi yang diperlukan,sehingga di dalam peta tersebut
sudah termuat batas-batasbeserta deskripsi berupa
keterangan (legenda).
artikel terkait Konsep Dasar WebGIS